Belajar Fotografi: Mengenal Segitiga Exposure dan Tips Menguasainya

mengenal segitiga exposure

Halo teman-teman, pasti kalian pernah memfoto suatu objek kan? Pernah nggak kalian terkejut "kok hasilnya gini amat yaaa?", "Kok cerah banget yaa". Apa siih yang salah sebenarnya ? Apakah aku tidak ditakdirkan jadi fotografer? :v. Teman-teman tenang saja karena kali ini kita akan membahas tentang teknik fotografi yang sangat penting, yaitu segitiga eksposure.Apa itu segitiga eksposure? Berikut penjelasan lengkapnya

segitiga exposure
sumber gambar:pinterest

Segitiga eksposure atau exposure triangle adalah sebutan dari 3 elemen fotografi yaitu shutter speed, aperture dan ISO. Ketiganya merupakan elemen yang berhubungan dengan pengaturan cahaya pada foto kita, karena pada dasarnya prinsip dari fotografi adalah pencahayaan.

1.Shutter Speed

     Shutter speed dinyatakan dalam angka yang menunjukan seberapa lama sensor kamera kita menangkap cahaya. Tentu Semakin besar nilainya maka cahaya yang akan diterima akan lebih banyak dan hal itu sangat berpengaruh pada hasil foto kita nantinya. Shutter speed biasanya di tunjukkan dengan nilai waktu yaitu sekon seperti 1/300, 1/80 , 1/60 untuk menunjukkan 1/.... Sekon dan 1",2", dst untuk menunjukkan 1 sekon, 2 sekon, ... Dan seterusnya. Dengan kata lain 1/ 300 akan menghasilkan foto yang gelap dari pada 1/20. Namun jika kita merekam video dengan dengan shutter speed kecil maka detail gerakan akan lebih jelas dibandingkan dengan shutter speed besar

shutter speed
sumber gambar: pinterest

Jadi, pastikan kalian tepat dalam mengatur shutter speed sesuai dengan kondisi foto mu. Aku menyarankan agar kalian menggunakan shutter speed aman, yaitu sekitar 1/60 sampai 1/25. Lalu, jika kalian akan memportet objek yang sedang bergerak turunkan ISO nya agar gambar terlihat jelas

2.ISO

Mungkin kalian pernah bertanya tanya apakah kepanjangan dari ISO, bukan? Dan aku yakin pasti berbeda dengan prediksi kalian sebelumnya. Menurut Wikipedia kepanjangan dari ISO adalah International Organization for Standardization. Artinya ISO adalah badan internasional yang menaungi bidang standarisasi internasional. Nah salah satu standarnya adalah jenis film pada fotografi.

ISO pada kamera
sumber gambar:pinterest

Dalam fotografi ISO merupakan tingkat kesensitifan film kamera kita terhadap cahaya. Hal tersebut akan berpengaruh juga pada grain atau noise pada foto kita. Semakin rendah ISO maka semakin rendah juga sensitivitas kamera dan semakin rendah juga tingkat grain atau noise. ISO dinyatakan dalam angka mulai dari 100, 200, 300.....dst. kuncinya adalah jika kita berada di tempat kurang cahaya atau low light kita hanya perlu menambah ISO nya, begitu juga sebaliknya. Artinya pengaturan ISO sangat bergantung pada keadaan sekeliling kita, apakah tempat kita saat ini cukup cahaya atau kurang cahaya. Sebagai patokan dasar aku sarankan saat keadaan low light gunakan ISO 800 - 1600, sedangkan pada saat over light seperti di jalan raya pada siang hari gunakan ISO 100 saja agar gambar lebih maksimal.

3.Aperture

aperture pada kamera
sumber gambar:pinterest

Mungkin hal ini sering kali tidak diketahui oleh orang awam. Mereka lebih sering mendengar ISO maupun Shutter speed. Aperture adalah nilai yang menunjukan lebarnya bukaan lensa kamera kita Dalam kamera aperture atau sering disebut diafragma ditunjukan dalam parameter F/stop, seperti F/1.4, F/2.8,F/22.... Dst. Nahh perlu diketahui nilai aperture berbanding terbalik dengan skalanya. Artinya nilai kecil akan menghasilkan bukaan lensa yang lebar sebagai contoh F/1.4 akan lebih lebar dari F/22.

aperture pada kamera
sumber gambar:pinterest

Untuk lebih mudahnya kita illustrasikan aperture seperti pupil pada mata kita. Pupil pada mata kita akan membesar jika berada ditempat gelap, hal ini terjadi agar mata kita menangkap cahaya yang lebih banyak dan sebaliknya. Begitu juga dengan aperture, semakin lebar bukaan lensa maka cahaya yang diserap akan semakin banyak. Aperture juga akan berpengaruh pada depth of field (dof) atau daerah fokus lensa. Jadi, jika kalian menginginkan foto potrait yang bokeh, maka gunakanlah aperture nilai kecil seperti F/1.4 agar hasil fotonya lebih bokeh nantinya. namun jika kalian akan melakukan foto bersama maka gunakan aperture tinggi seperti F/22 agar area fokus lebih luas.

Tips menguasai segitiga exposure untuk pemula

DSLR
sumber gambar:pinterest

Setelah mengetahui definisi ketiganya lalu bagaimana lagi? Apa gunanya tau definisi tanpa latihan. Tentu saja teman harus praktek agar kalian terbiasa menyesuaikan settingan kamera kalian. Aku ada beberapa tips untuk mempermudah teman teman menguasai segitiga eksposure.

Pertama, gunakanlah bantuan garis parameter eksposure. Cara menggunakan nya, kalian hanya tinggal mengatur sedemikian rupa dari ISO dan aperture. Lalu saat mengatur shutter speed lihat garis tersebut. Sesuaikan kecepatan hingga indikator berada di tengah-tengah garis itu.

Kedua, kalian bisa membandingkan dua buah foto dengan objek yang sama agar dapat menentukan settingan yang pas. Cara ini sangat efektif agar skill kalian bertambah karena kita bisa tahu kekurangan dari kedua foto tadi dan bisa kita perbaiki settingannya.

Demikian teman-teman, semoga dapat diterima dan dipahami dengan baik. Berikan komentar apabila ada sesuatu yang ingin ditanyakan atau disampaikan. Jangan lupa untuk membagikan postingan ini apabila teman-teman merasa postingan ini dapat bermanfaat. See you next post

[/pl_text]
[/pl_col]
[/pl_row]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *